EKSPRESIONISTIK
Behind The Spring Waters Never No Tear. ~ MencariJalanPulang ~
Senin, 21 Maret 2016
Selasa, 15 Maret 2016
Orang Asing.
Aku hanya bisa diam dan sedikit mengucap.
Duduk diantara obrolan obrolan menarik.
Mendengar diantara perbincangan - perbincangan mereka.
Aku hanya terdiam dan hanya mendengar.
Ketika mereka berbicara.
Ketika yang lain bersenda gurau.
Aku bukan pendiam.
Bukan pula pendengar.
Tapi aku sedikit bergerak untuk mereka.
Dan sekedar berbicara untuk mereka tanpa melebih lebihkan dan mengurang ngurangkan.
Apalah arti diam jika sebenernya sama saja dengan banyak berkata.
Sudah terlalu banyak yang telah aku perbuat.
Sudah banyak yang aku lakukan untuk mereka.
Apakah aku harus menambahkan kebisingan mereka terhadapku.
Tidak tau akan adanya cerita kedepan.
Tidak tau pula akan adalah suatu cerita yang membuat aku kembali tidak terdiam
Dalam bennaku hanya terlintas aku tidak menginginkannya.
Tidak ingin melakukan hal yang sama dalam konteks yang berbeda.
Tidak ingin membuat hal yang tidak baik untuk mereka dalam program yang berbeda.
Jadi aku memilih diam.
Tidak perlu banyak berbicara.
Tidak perlu ada kata kata percuma lagi yang keluar dari mulut ini.
Sudahlah....
Aku merasa lebih baik seperti ini.
Merasa lebih tenang dengan adanya diam.
Berhentikan aku sebelum aku terlalu dalam mengisyaratkan buruk untuk kalian.
Dalam hati hanya bisa merasakan seperti orang asing aku ini.
Semua terjadi setelah datangnya hari itu.
Senin, 14 Maret 2016
Tanya Aku Saja
Kenapa aku ini.
Menyalakan api dan mereka bersuka cita, seakan akan semangatnya terbakar oleh api yang aku nyalakan.
Kenapa aku ini.
Memadamkan api yang sempat menyala dan mereka terdiam senyap tidak ada sedikitpun kata dan gerak yang mereka tunjukan.
Kenapa aku ini.
Mengalirkan air dan mereka tersenyum dingin menimati air itu seakan akan mereka bahagia melihat kerlap kerlip percikan air.
Kenapa aku ini.
Menumpahkan air dan mereka hanya diam menahan marah, terkejut bermuka merah seperti ingin mengungkapkan kekesalan namun sungkan untuk diucapkan.
Kenapa aku ini.
Bernyanyi tanpa suara, berlari tanpa lompatan, sehingga orang orang tidak dapat mengartikan aku ini kenapa.
Aku jawab.
Aku hanya tidak mempunyai sahabat.
Diseklilingku hanyalah teman sehati dan seperjalanan ketika Mencari Jalan Pulang.
Aku jawab.
aku hanya mempunyai teman ketika kuberikan kebahagian kepadanya lalu mereka menunjukan kemunafikannya sesaat ketika kuhilangkan dan aku gantikan kebahagian itu dengan yang lain.
Aku jawab.
Jawaban yang aku dapat bukan hanya ini.
banyak diantara cerita teman temanku kala mereka ditempa oleh kesedihan, keputusasaan dan kegelisahan hidup dan mereka menceritakan juga mengungkapkan semuanya kepdaku.
Aku hanya diam namun hati pada kenyataannya merasa sedih, namu aku katakan kepada mereka mereka yang bercerita.
Aku hanya mendengarkanmu tanpa memberikan solusi.
Karena dengan mendengarkan yang baik darimu adalah suatu pertolongan pertama pada semua keluh kesah juga pengaduan haru yang ada pada dirimu.
Semoga dengan adanya aku mendengarkanmu adalah obat bagi penenang untukmu.
Karena obat yang kamu butuhkan bukan mengadu kepadaku melainkan apa yang kamu lakukan ketika sedang Menuju Jalan Pulang.
Menyalakan api dan mereka bersuka cita, seakan akan semangatnya terbakar oleh api yang aku nyalakan.
Kenapa aku ini.
Memadamkan api yang sempat menyala dan mereka terdiam senyap tidak ada sedikitpun kata dan gerak yang mereka tunjukan.
Kenapa aku ini.
Mengalirkan air dan mereka tersenyum dingin menimati air itu seakan akan mereka bahagia melihat kerlap kerlip percikan air.
Kenapa aku ini.
Menumpahkan air dan mereka hanya diam menahan marah, terkejut bermuka merah seperti ingin mengungkapkan kekesalan namun sungkan untuk diucapkan.
Kenapa aku ini.
Bernyanyi tanpa suara, berlari tanpa lompatan, sehingga orang orang tidak dapat mengartikan aku ini kenapa.
Aku jawab.
Aku hanya tidak mempunyai sahabat.
Diseklilingku hanyalah teman sehati dan seperjalanan ketika Mencari Jalan Pulang.
Aku jawab.
aku hanya mempunyai teman ketika kuberikan kebahagian kepadanya lalu mereka menunjukan kemunafikannya sesaat ketika kuhilangkan dan aku gantikan kebahagian itu dengan yang lain.
Aku jawab.
Jawaban yang aku dapat bukan hanya ini.
banyak diantara cerita teman temanku kala mereka ditempa oleh kesedihan, keputusasaan dan kegelisahan hidup dan mereka menceritakan juga mengungkapkan semuanya kepdaku.
Aku hanya diam namun hati pada kenyataannya merasa sedih, namu aku katakan kepada mereka mereka yang bercerita.
Aku hanya mendengarkanmu tanpa memberikan solusi.
Karena dengan mendengarkan yang baik darimu adalah suatu pertolongan pertama pada semua keluh kesah juga pengaduan haru yang ada pada dirimu.
Semoga dengan adanya aku mendengarkanmu adalah obat bagi penenang untukmu.
Karena obat yang kamu butuhkan bukan mengadu kepadaku melainkan apa yang kamu lakukan ketika sedang Menuju Jalan Pulang.
Kamis, 10 Maret 2016
Kamu Siapa
Apa yang ada dipikiran kalian..?
Kenapa harus meninggalkan kami,
Kami yang diberikan tugas untuk menghidupi kalian.
Kenapa harus kami yang kalian tumbalkan..?
Hanya demi kelangsungan hidup kalian yang haus dengan keserakahan.
Kenapa harus kami yang kalian habiskan.
Tanpa pikir panjang bahwa kalian semua bisa bersatu dengan kami dan menyelaraskan dengan kebutuhan kalian.
Kebutuhan kalian untuk menyambung hidup dan bukan memperpanjang hidup kalian dan malah memperpendek usia kami.
Atas nama siapa kalian berbuat seperti itu?
Kalian selalu menjawab atas nama KEMAKMURAN.
Kemakmuran siapa..?
Umat manusia jawab kalian pasti itu.
Sungguh alangkah pendeknya pikiran kalian...
Kalian tanpa berfikir bahwa kami itu harus tetap ada dan dijaga untuk semua yang mengatasnamakan kenapa kalian berbuat seperti ini kepada kami.
Kemana kalian ketika guru kalian membicarakan betapa pentingnya kami.
Apakah kalian bisa behenti mengikuti keserakahan kalian..?
Berhenti berbicara serakah, karena pada dasarnya kalian adalah orang orang munafik yang mengatasnamakan nikmat Tuhan,
Hanya bisa berbicara tanpa aksi nyata untuk kami.
Mungkin sebagian.
Senin, 29 Februari 2016
RINDU
Kamu mendekatiku ketika aku belum mengerti apa itu cinta.
Kamupun memberikan kasih sayang lewat tangan yang halus, lembut dan penuh keikhlasan.
Kamu menyayangiku dari jauh namun dekat dirasakan.
Kamu mencintaiku sangat.
Kamu yang mengajarkan aku tentang cinta dan kasih sayang.
Namun!!!!
Aku tidak menyadari itu sangat.
Aku mengabaikan kasih dan cintamu.
Aku memilih cinta dan sayang dari orang lain yang tidak akan pernah abadi dan hanya sesaat sampai aku tersesat dan tersiksa dalam kebutaan hati ini.
Saat itu...
Yang aku inginkan hanya ingin bercinta denganmu.
Tanpa mencintai dirimu dengan sepenuh hatiku.
Hanya ingin menghisap sari cintamu saja tanpa memberi apapun balasannya.
Aku tersadar....!!!!
Memahami dan mulai merasakan kasih dari dirimu.
Mengartikan maksud dari semua sayang dan cintamu selama ini.
Mencoba merasakan hangatnya dan lembutnya pelukan dan kepedulianmu yang sempat aku abaikan.
Aku kembali meminta kasih dan sayangmu.
Cinta dan kehangatanmu.
Peluk dan belai kasihmu.
Aku memohon untuk tetap tinggal bersamaku.
Berada disisiku.
Bahkan disekelilingku sehingga aku dapat merasa aman dan nyaman.
Kamupun rela menerima pintaku ini.
Tidak memperhitungkan seberapa banyak kesalahan dan rasa acuhhnya diriku.
Bahkan kamu berikan kedamaian, ketulusan, kasih sayang dan cintamu lebih dari sebelumnya.
Sehingga itu semua membuat rasa yang benar benar yakinakan cintamu.
Akan tetapi....
Sesekali bahkan lamanya waktu.
Kupalingkan kembali diriku dari dirimu.
Seakan akan aku tinggalkan lagi dirimu.
Tapi apa yang kamu lakukan.
Kamu hanya diam tanpa memohon untuk kembali.
Kamu terdiam dan hanya memerintahkan yang lain untuk tetap mengawasiku.
Sampai aku bisa kembali lagi kepadamu.
Dan aku merasakan kesepian.
Kesendirian, ketakutan dan kehilangan kebahagiaan ketika aku mendustai cintamu.
Sampai pada akhirnya aku akan terus memohon kepada dirimu.
Jangan biarkan aku lepas kembali dari pelukanmu lagi.
Ya Rabb....
Minggu, 28 Februari 2016
Pesan yang terhembus Angin Lalu.
Apa yang ada di pikiran kalian..?
Mengapa harus meninggalkan kami.
Kami yang bertugas menghidupi kalian semua.
Tanpa aku kalian tidak akan bisa bernafas lega.
Kalian hanya seekor mahluk yang teramat kasihan di Dunia dan seluruh alam semesta.
Lantas !!!
Kenapa harus kami yang kalian korbankan hanya demi kemakmuran kalian yang haus akan ketidakpuasan dan keserakahan yang ada di fikiran kotor kalian.
Kenapa harus kami yang kalian habiskan.
Tanpa kalian berfikir panjang bahwa kalian semua bisa bersatu dengan kami dan selaras dengan kebutuhan kalian untuk menyambung hidup, bukan memperpanjang hidup kalian tapi memperpendek usia kami.
Jikalau usia kami pendek.
Maka usiamu lebih pendek dari kami.
Atas nama siapa kalian berbuat seperti itu..?
Kalian selalu ber alibi atas nama KEMAKMURAN.
Kemakmuran siapa?
MANUSIA,, Jawab kalian seperti itu.
Sungguh alangkah pendeknya pikiran kalian...
Kalian tidak berfikir bahwa kami itu harus tetap ada dan dijaga untuk semua yang mengatasnamakan kenapa kalian berbuat seperti ini kepadam kami.
Kemana kalian ketika guru kalian membicarakan betapa pentingnya kami..?
Apakah kalian berhenti mengikuti keserakahan kalian.
Berhenti berbicara serakah, karena pada prinsipnya kalian adalah orang orang munafik.
Hanya bisa berbicara tanpa aksi nyata.
Mungkin itu hanya sebagian dari kalian.
Dan yang paling penting kami tidak merugi kalian sakiti kami.
karena..
kenyataannya kalian lah yang menikmati hasil dari kedzaliman kalian itu.
Tunggu aku menjadi penghancur sekaligus pembunuh massal untuk kalian semua.
Wahai Manusia yang dimuliakan tuhanku.
Kamis, 25 Februari 2016
BENANG YANG TERSIMPUL.
Masih dibawah pohon dan selembar jaring jaring berayun.
Mengambil sedikit kalimat untuk memaknai tragedi.
Seirama dengan ayunananya mengartikan sehelai benang yang tidak berdaya dengtan beban yang sangat berat.
Setiap ayunan tercipta sebuah kalimat sampai berakhir dengan menciptakan berjuta kalimat.
Kalimat yang mengartikan kuatnya benang.
Mereka tidak sendiri ( Satu/sehelai ).
Merekapun tidak berdua, bertiga bahakn berempat.
Mereka menopang beban dan bobot diriku dengan berjuta helai benang seperti banyaknya berjuta kalimat yang tercipta setiap ayunannya.
Ayunan itu aku artikan langkah kaki.
Lambayan tangan dan hari demi hari yang aku lalui.
Benang itu aku artikan sebagai aku.
Kalimat aku artikan tragedi dan kejadian yang aku lalui, aku lewati dan aku alami.
Seperti layaknya ayunan yang menghasilkan setiap kalimat.
Tanpa ada sehelai benang tidak mungkin tercipta berjuta benang.
Tak mungkin tercipta ayunan demi ayunantanpa ada berjuta benang dari sehelai benang.
Tak mungkin pula tercipta berjuta kalimat tanpa ayunan.
Tanpa itu semua tidak ada yang aku pelajari dalam hidup ini.
Sulit aku ungkapkan arti dari semua kejadian ini namun dapat aku pahami maksud dari tragedi ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

