Masih dibawah pohon dan selembar jaring jaring berayun.
Mengambil sedikit kalimat untuk memaknai tragedi.
Seirama dengan ayunananya mengartikan sehelai benang yang tidak berdaya dengtan beban yang sangat berat.
Setiap ayunan tercipta sebuah kalimat sampai berakhir dengan menciptakan berjuta kalimat.
Kalimat yang mengartikan kuatnya benang.
Mereka tidak sendiri ( Satu/sehelai ).
Merekapun tidak berdua, bertiga bahakn berempat.
Mereka menopang beban dan bobot diriku dengan berjuta helai benang seperti banyaknya berjuta kalimat yang tercipta setiap ayunannya.
Ayunan itu aku artikan langkah kaki.
Lambayan tangan dan hari demi hari yang aku lalui.
Benang itu aku artikan sebagai aku.
Kalimat aku artikan tragedi dan kejadian yang aku lalui, aku lewati dan aku alami.
Seperti layaknya ayunan yang menghasilkan setiap kalimat.
Tanpa ada sehelai benang tidak mungkin tercipta berjuta benang.
Tak mungkin tercipta ayunan demi ayunantanpa ada berjuta benang dari sehelai benang.
Tak mungkin pula tercipta berjuta kalimat tanpa ayunan.
Tanpa itu semua tidak ada yang aku pelajari dalam hidup ini.
Sulit aku ungkapkan arti dari semua kejadian ini namun dapat aku pahami maksud dari tragedi ini.