Engkau yang sedang mencari kegundahan dan menemukan kegelisahan
Apa maskdumu berkata seperti itu....
Sementara udara pagi masih segar di hidung.
Embun pagi masih bisa membasahi dedauan yang bertasbih semalaman.
Dan matahari tidak terlalu panas menyoroti hati yang gelap akan kesadaran.
Bahwa alam masih menyertai kita.
Meski sedikit banyak harus meninggalkannya karena kita tidak lagi menyertainya.
Meski petir masih jarang dilihat meskipun hujan sangat deras.
Hai Kawan.....
Aku melalui batas ini tanpa arah.
Melalui hari ini tanpa hujan.
Tapi awan hitam masih menyelimuti hati.
Sekawanan burung terbang ke arah barat saat menjelang malam.
Menuntun sang mentari untuk tenggelam sebagai mana mestinya.
Lalu kelelawar yang berkelompok itu masuk kedalam goa yang gelap akan kurangnya cahaya.
Itu menandakan fajar segera tiba.
Masihkah kamu angkuh dalam dalam terangnya bulan dan gelapnya awan di saat petang.
Sementara mereka semua terjadi secara terarah.
Carilah cepat jalan pulang sebelum kamu menjadi AKU.
Aku yang menghilang dari jalan ketika harus segera menuju jalan pulang.
Yang sekarang gundah dalam mencari jalan pulang
~ MencariJalanPulang~