Kamis, 11 Februari 2016

NOT DONE YET



Saat itu hanya angin yang berhembus.
Hanya savana yang terhampar.
Hanya terik matahari yang terasa.
Hanya irama musik yang terdengar.

Udaranya membuat kita terlupa akan sesuatu.

Hanya senyuman yang terlihat.
Saling menatap penuh kegembiraan.
Bergerak sedikit demi sedikit seirama dengan musik.

Tidak kenal apa itu sedih.
Apa itu masalah.
Apa itu gelisah.
Apa itu Gundah.
Hanya senyum dan ungkapan rasa senang di dalam hati kita.

Suara mesin mobilpun semakin terdengar halus.
jalananpun lembut dirasa.
kemudipun seperti tidak harus digenggam.

Kala itu,,,,..!!!
Aku dan Kalian hanya sedang lupa.

Lupa akan segala sesuatu yang membuat kita pergi jauh.
Lari dari problematika yang ada.
Menghilang sejenak dari munafiknya pertemanan kita.
Menghindar dari kerasnya egois kita.
Berlari anehnya tingkah laku kami.
Mencoba melupakan sombongnya mereka.
Mencoba mengabaikan congkaknya kehidupan kita disana.

Karena kemunafikan, kesombongan dan ketidakserasian hidup ini masih dimiliki oleh kita.

Wahai teman yang bukan sahabat tapi pendamping yang mengiringi perjuangan kita semua.

Taukah bahwa dunia ini masih menyimpan kemunafikan meski kedamaian selalu DIPASARKAN.

Aku ingat bahwa hidup adalah pilihan.
Tapi pilihan bukan kehidupan yang harus dijalani.

Masih banyak hidup yang memilah milah.
Masih banyak kemunafikan yang mengatasnamakan perkembangan dan atas nama Tuhan.

Aku hanya akan berjalan tanpa berlari dan melangkah tanpa melompat.

Berlari dari kebenaran dan melompat melangkahi keadilan yang sebenarnya.