Selasa, 26 Januari 2016

Meraih Giliran


Ada saatnya hujan itu berhenti.
Ada saatnya matahari tenggelam setelah terbit.
Ada saatnya bumi behenti setelah berputar.
Sungai akan kering setelah mengalirkan air yang deras.
Hadir saatnya dimana gunuung menangis setelah ternikmati keindahannya.
Sebuah Goa akan ada saatnya tertutup setelah semua orang mengetahui isi di dalamnya.
Akan ada saatnya tebing runtuh setelah para penggiat alam bernari nari dengan kaki dan keterampilan tangannya.
Anginpun ada saatnya behenti menghembuskan kesegaran serta kesejukannya.
Begitupula setelah meniup sehelai layar sebuah kapal.
Pohonpun akan ikut layu setelah lelah memperjuangkan keberadaannya.
Mungkin setelah itu Oksigen yang ada di Bumi ini lenyap entah kemana.
Entah itu karena Racun di udara yang disebabkan oleh penghuninya, bahkan racun yang diciptakan oleh sekelilingnya.


Ada saatnya...
Ada saatnya...
Ada saatnya...
Ada saatnya giliran mereka yang memusnahkan MANUSIA...
Tidak kah menuntut kemungkinan.

Menunggu giliran setelah kebagian.
Bangkit berjuang setelah menyerah.
Kembali setelah pergi.
Marah setelah Bersabar.

Lari dan Pergi...
Pergi dari jalan yang harus dilewati.
Jalan yang mengarahkan kita pulang.
Jalan menuju kita kembali pulang..

Merekalah yang akan menuntut balas untuk kembali pulang.
Mereka yang meraih giliran.
meraih giliran untuk mengembalikan kita ke jalan.

JALAN.

Jalan yang membuat kita akan.
~ MencariJalanPulang ~

Datanglah waktunya mencari jalan pulang.