Senin, 14 Maret 2016

Tanya Aku Saja

Kenapa aku ini.
Menyalakan api dan mereka bersuka cita, seakan akan semangatnya terbakar oleh api yang aku nyalakan.

Kenapa aku ini.
Memadamkan api yang sempat menyala dan mereka terdiam senyap tidak ada sedikitpun kata dan gerak yang mereka tunjukan.

Kenapa aku ini.
Mengalirkan air dan mereka tersenyum dingin menimati air itu seakan akan mereka bahagia melihat kerlap kerlip percikan air.

Kenapa aku ini.
Menumpahkan air dan mereka hanya diam menahan marah, terkejut bermuka merah seperti ingin mengungkapkan kekesalan namun sungkan untuk diucapkan.

Kenapa aku ini.
Bernyanyi tanpa suara, berlari tanpa lompatan, sehingga orang orang tidak dapat mengartikan aku ini kenapa.


Aku jawab.
Aku hanya tidak mempunyai sahabat.
Diseklilingku hanyalah teman sehati dan seperjalanan ketika Mencari Jalan Pulang.

Aku jawab.
aku hanya mempunyai teman ketika kuberikan kebahagian kepadanya lalu mereka menunjukan kemunafikannya sesaat ketika kuhilangkan dan aku gantikan kebahagian itu dengan yang lain.

Aku jawab.
Jawaban yang aku dapat bukan hanya ini.
banyak diantara cerita teman temanku kala mereka ditempa oleh kesedihan, keputusasaan dan kegelisahan hidup dan mereka menceritakan juga mengungkapkan semuanya kepdaku.

Aku hanya diam namun hati pada kenyataannya merasa sedih, namu aku katakan kepada mereka mereka yang bercerita.

Aku hanya mendengarkanmu tanpa memberikan solusi.
Karena dengan mendengarkan yang baik darimu adalah suatu pertolongan pertama pada semua keluh kesah juga pengaduan haru yang ada pada dirimu.

Semoga dengan adanya aku mendengarkanmu adalah obat bagi penenang untukmu.
Karena obat yang kamu butuhkan bukan mengadu kepadaku melainkan apa yang kamu lakukan ketika sedang Menuju Jalan Pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar