Aku hanya bisa diam dan sedikit mengucap.
Duduk diantara obrolan obrolan menarik.
Mendengar diantara perbincangan - perbincangan mereka.
Aku hanya terdiam dan hanya mendengar.
Ketika mereka berbicara.
Ketika yang lain bersenda gurau.
Aku bukan pendiam.
Bukan pula pendengar.
Tapi aku sedikit bergerak untuk mereka.
Dan sekedar berbicara untuk mereka tanpa melebih lebihkan dan mengurang ngurangkan.
Apalah arti diam jika sebenernya sama saja dengan banyak berkata.
Sudah terlalu banyak yang telah aku perbuat.
Sudah banyak yang aku lakukan untuk mereka.
Apakah aku harus menambahkan kebisingan mereka terhadapku.
Tidak tau akan adanya cerita kedepan.
Tidak tau pula akan adalah suatu cerita yang membuat aku kembali tidak terdiam
Dalam bennaku hanya terlintas aku tidak menginginkannya.
Tidak ingin melakukan hal yang sama dalam konteks yang berbeda.
Tidak ingin membuat hal yang tidak baik untuk mereka dalam program yang berbeda.
Jadi aku memilih diam.
Tidak perlu banyak berbicara.
Tidak perlu ada kata kata percuma lagi yang keluar dari mulut ini.
Sudahlah....
Aku merasa lebih baik seperti ini.
Merasa lebih tenang dengan adanya diam.
Berhentikan aku sebelum aku terlalu dalam mengisyaratkan buruk untuk kalian.
Dalam hati hanya bisa merasakan seperti orang asing aku ini.
Semua terjadi setelah datangnya hari itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar